31 Oktober 2016

Penulis, Aktris, Sutradara, Komedian Penginspirasi Muda Indonesia : Raditya Dika #MudaBikinBangga

Siapakah sosok inspirasi muda mu?

 

Berbicara mengenai sosok inspirasi muda, nama Raditya Dika tiba-tiba terlintas begitu saja. Pemilik nama asli Dika Angkasaputra Moerwani ini adalah seorang penulis, aktris, sutradara, dan komedian yang mengawali karirnya dari seorang penulis blog.
Kisah namanya berganti menjadi Raditya Dika adalah pada saat Radit duduk dibangku SD. Radit meminta kepada mamanya untuk mengganti namanya menjadi Raditya karena terdengar lebih keren. Hingga pada saat UN kelulusan SD, Radit pun menuliskan namanya dengan "Raditya Dika" bukan nama aslinya "Dika Angkasaputra Moerwani". Sekolahnya pun tidak mengecek lagi dengan akta kelahiran Radit, hingga tercetaklah di ijazahnya dengan nama Raditya Dika. Begitupun sama kejadiannya di SMP, pembuatan KTP&SIMnya.
Nama Raditya Dika kini sudah dikenal dimana-mana. Memang jarang Radit muncul di infotainment, tetapi karyanya banyak diminati dan disukai masyarakat Indonesia. Karyanya inilah yang membuat namanya dikenal. Penulis novel jenaka dan komedian tunggal yang sangat menghibur.
Penulis kelahiran Jakarta, 28 Desember 1984 ini awalnya menuangkan kisah kehidupan sehari-harinya di blog pribadi yang berhasil meraih penghargaan The Online Inspirising tahun 2009 dari Indosat. Sukses dengan blognya, Radit mencoba menawarkan naskah ke beberapa penerbit untuk menerbitkan novel karyanya. Banyak penerbit yang menolak naskah Radit. Tapi akhirnya ada satu penerbit, yaitu Gagasmedia yang menerima naskah Radit meskipun dengan presentasi terlebih dahulu.
Tidak sampai disana perjuangan Radit. Beberapa bulan novelnya terbit, sayang sekali novelnya tak kunjung laku. Novel pertamanya yang berjudul "Kambing Jantan" ini menceritakan kehidupan Radit saat berkuliah di Adelaide, Australia. Cerita yang berisi dengan kisah-kisahnya sebagai pelajar Indonesia yang berkuliah di luar negeri. Karya dalam novel ini berasal dari tulisan di blog pribadinya.
Untuk mempromosikan novel pertamanya, Radit membuat beberapa strategi. Pertama, Radit mempromosikannya dari mulut kemulut. Kedua, Radit menggunakan cara yang unik, yaitu dengan meminta pembaca blognya untuk berfoto dengan novel "Kambing Jantan" dan mengirimnya ke Radit. Cara ini cukup berhasil hingga novelnya masuk kategori best seller.
Setahun kemudian, Radit menerbitkan novel keduanya yang berjudul "Cinta Brontosaurus". Novel keduanya ini, menceritakan pengalaman cinta Radit yang selalu tidak beruntung seperti cintanya pada saat SD dan juga cerita tentang kisah cinta kucing persianya. 
Raditya Dika kemudian menerbitkan novel-novel selanjutnya dengan tema judul bintang, seperti Radikus Makankaus: Bukan Binatang Biasa, Babi Ngesot: Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang, Marmut Merah Jambu dan Manusia Setengah Salmon.
Novelnya yang laku dan diminati oleh banyak masyarakat Indonesia membuat para produser tertarik untuk mengajaknya bermain film. Film pertama yang ia mainkan adalah "Kambing Jantan: The Movie" film yang diangkat dari adaptasi novel pertamanya yang berjudul "Kambing Jantan". Dalam film tersebut ia bermain sebagai pemeran utama sebagai Dika.
Sukses dengan film pertamanya, Radit kembali mengangkat novelnya kelayar lebar. Beberapa film layar lebar lain selain Kambing Jantan yang diperankan Radit adalah Cinta Brontosaurus, Cinta Dalam Kardus, Manusia Setengah Salmon, Marmut Merah Jambu dan Koala Kumal. Tidak hanya itu, Radit juga bermain di sitkom "Malam Minggu Miko" yang kemudian membuat namanya semakin dikenal didunia entertaiment.
Selain menulis, berakting dan menyutradarai filmnya sendiri, Radit juga menjadi insprasi untuk para komika. Bahkan beberapa sumber mengatakan bahwa Radit adalah salah satu pendongkrak Stand Up Comedy.
Saat ini Radit kembali berkarya dengan membuat sebuah film yang bergenre comedy-thriller dengan judul "Hangout". Filmnya ini diperankan oleh dirinya sendiri, dan 8 artis lainnya yang berperan sebagai dirinya sendiri juga. Film ini akan tayang dibioskop pada tanggal 22 Desember 2016. Film ini adalah karya pertama Radit yang bergenre comedy-thriller. Berbeda dengan karya Radit sebelum-sebelumnya yang selalu bercerita tentang kisah cintanya.

Satu lagi yang menginspirasi pemuda Indonesia saat ini, yaitu Kurio. Sebuah aplikasi yang menambah wawasan pemuda Indonesia. Dengan Kurio, pemuda Indonesia dapat dengan mudah mengetahui segala informasi yang ingin diketahui. Kurio juga memiliki banyak konten berkualitas serta segudang pilihan situs media terpercaya yang dapat dijelajahi dengan tak ada habisnya di satu aplikasi ini. Tampilan Kurio yang minimalis membuat nyaman pada saat membaca dan dapat mengolah informasi dengam cepat serta tanpa gangguan.






NB : Artikel ini diikutsertakan pada " Lomba Blogging Kurio #MudaBikinBangga "

29 Oktober 2016

FIRST (satu)

Jemari tangannya terus berada diruang-ruang antar jemariku, seakan berkata bahwa ruang kosong itu ada untuk diisi oleh jemari tangannya. Tangannya masih menggenggam tanganku erat. Erat sekali, seakan tak ingin aku terlepas. Sesekali ia mengalihkan pandangan dari jalanan hanya untuk melihatku, seakan matanya terus mengawasiku agar aku tak pergi dan memastikan bahwa aku akan tetap disini, berada di sampingnya. Kanan, kiri, kanan dan kiri. Hingga langkah kaki kami pun seirama. Seperti menandakan bahwa kami memang diciptakan untuk bersama.
Aku hanya tersenyum memikirkan semua hal ini. Sedikit tawa terselip, membuat lelaki disampingku ini bertanya "apa ada yang lucu?". Pertanyaan itu membuat senyumanku semakin lebar.
"Tidak. Aku hanya bahagia." Jawabku dengan tersenyum, lagi. Tak bisa aku berhenti tersenyum malam ini. Rasanya sangat sangat bahagia. Ini memang bukan pertama kalinya aku merasakan bahagia seperti ini. Namun, rasanya masih sama dan tidak jauh berbeda. Hanya dengan orang yang berbeda.
Untuk rasa bahagia ini jatuh pertama kali sekitar 2 tahun yang lalu. Memang tangan kami tidak saling berpegangan. Memang langkah kaki kami tidak seirama. Memang saat itu aku telah jatuh hati padanya, dan aku belum tahu akan isi hatinya tentang aku. Namun, harapan itu muncul begitu seseorang berkata bahwa DIA mencariku karena aku tidak masuk sekolah selama seminggu karena sakit. Dan DIA mencariku karena dia perhatian dan suka padaku. Entah itu cuman sebuah candaan atau memang benar adanya. Tapi dari kalimat yang mungkin hanya candaan itu, muncullah sebuah harapan. Dan disanalah membuat aku merasa lebih hidup. Semangatku timbul.
"Aku sayang sama kamu, sayang banget. Kamu satu-satunya perempuan yang nerima aku apa adanya. Kamu terima kekurangan aku. Kamu melengkapi aku. Sepertinya, satu puzzle hilang dalam hidupku telah kutemukan dan menyempurnakan bagaimana seharusnya." Kata-kata indah itu terdengar langsung oleh hatiku. Semakin meningkatkan rasa bahagia ini.
"Aku juga sayang sama kamu."
Bintang-bintang bertaburan menghiasi langit malam. Menerangi jiwa yang sepi, memberikan cahayanya untuk sejuta harapan.
Malam akan terasa gelap tanpa bintang. Sama seperti aku yang rasanya rapuh tanpa dia, Bryan, pacar pertamaku. Baru saja kami bertemu 10 menit lalu, Bryan sudah mengirimkan pesan.
"Selamat malam, sayangku. Sleeptight, my girl" ucapan itu menghiasi ponselku tiap malam. Sama seperti dulu, 2 tahun yang lalu. Hanya saja berbeda orang, kata dan panggilan.
Dulu, 2 tahun yang lalu, setiap malamnya, pesan-pesan kaku masuk ke ponsel ku. Dan akan terasa beda jika semalam saja tidak ada pesan masuk darinya.
"Gadis, buat besok ada info apa?" Sebuah pesan masuk yang sama tiap malamnya, tapi aku tidak pernah bosan dan selalu menunggunya.
"Tugas 3D senibudaya dikumpul besok. Ulangan sejarah bab5." Dan hanya sebuah balasan singkat yang aku kirimkan.
"Okey, thanks. Good night." Dan dia akan selalu membalasnya dengan kata-kata itu. Setidaknya, setiap malam dia mengucapkan selamat tidur untukku. Itu sangat berarti.
"Selamat pagi, sayang." Ucapan pertama pagi hari ini yang kudengar, sama seperti hari-hari kemarin.
"Selamat pagi juga, sayang. Sorry ya lama nunggu. Tadi, aku agak kesiangan bangunnya." Jawabku sambil masuk ke dalam mobil setelah Bryan membukakan pintu untukku.
"No prob, my girl."
Bersama Bryan, aku merasa bagai seorang putri. Bryan menjagaku, melindungiku, dan menjadi sandaran saat aku lemah. Bryan tidak pernah membuatku marah ataupun kesal. Bryan selalu mengerti akan aku. Bryan selalu menjadi orang pertama di awal hari, dan orang terakhir di akhir hari. Bola mata Bryan pun menjadi yang pertama dan yang terakhir melihatku. Senyuman Bryan menjadi yang pertama dan terakhir menghiasi hari.
Tidak jauh berbeda dengan 2 tahun yang lalu. Hanya saja tidak ada panggilan sayang dan perhatian lebih.
"Pagi, Dis." Ucapan yang rutin setiap paginya terdengar oleh telingaku. Alasan pertama mengapa aku selalu datang lebih pagi ke sekolah setiap harinya.
"Pagi, Fan."
...........................................bellabehh......................................